Sabtu, 04 Maret 2017

contoh laporan laba rugi

Diposting oleh Unknown di 22.24
Contoh Laporan
                        - LAPORAN LABA RUGI -
                           per 31 Desember

                                            
  Pendapatan dari penjualan              Rp.                99.980.000
  Harga Pokok Penjualan                  Rp.                25.000.000
                                                            ---------- (-)
  Laba Kotor                                                74.980.000

  Biaya Operasional:
  - Biaya Pemasaran                      Rp.                 5.000.000
  - Biaya Administrasi & Umum            Rp.                 1.250.000
                                                            ---------- (+)
                                                             6.250.000
                                                            ---------- (-)
  Laba Usaha                             Rp.                68.740.000
  Pendapatan Lain-lain                   Rp.                   125.000
                                                            ---------- (+)
  Laba sebelum Bunga dan Pajak           Rp.                68.865.000
  Bunga                                  Rp.                   199.000
                                                            ---------- (+)
  Laba sebelum Pajak                     Rp.                69.064.000
  Pajak                                  Rp.                 1.275.000
                                                            ---------- (-)
  Laba Bersih                            Rp.                67.789.000
                                                            ==========             
Akuntansi bertujuan untuk menyiapkan suatu laporan keuangan yang akurat agar dapat dimanfaatkan oleh para manajer, pengambil kebijakan, dan pihak berkepentingan lainnya, seperti pemegang saham, k,
Contoh kolom neraca saldo
laporan Laba – Rugi (Income Statement/Operating Statement/Profit and Lost Statement) adalah suatu daftar yang berisikan ringkasan hasil – hasil dan biaya – biaya suatu perusahaan serta pengaruh nya terhadap modal perusahaan dalam periode tertentu. Isi laporan Laba – Rugi terdiri dari dua bagian, yaitu keseluruhan pendapatan dan biaya perusahaan. B.     BENTUK LAPORAN PERUBAHAN MODAL
Rumus : (jika saldo Laba)
Modal Akhir         =          Modal Awal + (Laba bersih - Prive)
Rumus : (jika saldo Rugi)
Modal Akhir         =          Modal Awal – (Rugi bersih + Prive)
(PERUSAHAAN PERSEORANGAN DAN PERSEKUTUAN) Rumus : (jika saldo Laba)
Laba Tidak Dibagi (akhir) = Laba Tidak dibagi (Awal) + (Laba Bersih 1bulan + Dividen yg diumumkan)

Rumus : (jika saldo Rugi)
Laba Tidak Dibagi (akhir) = Laba Tidak Dibagi (Awal) + Rugi bersih 1bulan

Syarat pembayaran barang(akuntansi dagang)
Dalam perjanjian jual beli barang dagangan terdapat beberapa syarat pembayaran, antara lain sebagai berikut :
a. Tunai atau kontan
artinya pembayaran dilakukan saat terjadi transaksi, baik secara langsung (dengan uang tunai) maupun pembayaran dengan cek atau giro bilyet.
b. n/30 (n adalah singkatan dari netto)
artinya pembayaran dilakukan paling lambat 30 hari setelah terjadinya transaksi.
c. n/EOM (End of Month)
artinya pembayaran dilakukan paling lambat akhir bulan.
d. n/10 EOM
artinya pembayaran dilakukan paling lambat 10 hari setelah akhir bulan.
e. 2/10, n/30
artinya bila pembayaran dilakukan dalam waktu kurang atau sama dengan 10 hari setelah tanggal transaksi, terdapat potongan 2%, jangka waktu kredit 30 hari.
Akun (perkiraan): kumpulan catatan atas transaksi sejenis
(media untuk pengelompokkan transaksi
Buku Besar: kumpulan dari akun‐akun yang saling berhubungan dan merupakan satu kesatuan tersendiri
* Transaksi yang dicatat dalam jurnal umum antara lain sebagai berikut.
a. Transaksi lain yang tidak dapat dicatat dalam jurnal khusus, misalnya: retur pembelian kredit,retur penjualan kredit, perubahan utang atau piutang menjadi wesel, dan lain-lain.
b. Ayat jurnal penyesuaian (adjustment entry)
c. Ayat jurnal koreksi (correcting entry)
d. Ayat jurnal penutup (closing entry)
e. Ayat jurnal pembalikan (reversing entry)

Piutang timbul apabila perusahaan (atau seseorang) menjual barang atau jasa kepada perusahaan lain (atau orang lain) secara kreditPiutang timbul apabila perusahaan (atau seseorang) menjual barang atau jasa kepada perusahaan lain (atau orang lain) secara kredit
1    .       Salinan pertama berwarna putih yang diserahkan kepada pembeli
2    .       Salinan kedua disimpan penjual setelah ditandatangani pembeli dan akan dijadikan lampiran kuitansi saat penagihan dikemudian hari
  1. Lembar ketiga dibiarkan melekat pada buku faktur yang oleh penjual disebut "copy faktur penjualan"

Ciri-ciri terpenting dalam sistem perpetual pada perjurnlahan adalah :
a. Pembelian barang dagangan dicatat dengan mendebet rekening persediaan
b. Harga pokok penjualan dihitung untuk tiap transaksi penjualan dan dicatat dengan mendebet rekening HPP pada persediaan.
c. Persediaan merupakan rekening kontrol dan dilengkapi dengan buku pembantu persediaan yang berisi catatan untuk setiap jenis persediaan. Buku pembantu persediaan menunjukkan keuantitas dan harga perolehan untuk setiap jenis barang yang ada dalam persediaan.

3 jenis perusahaan beserta persediaannya:
  • Perusahaan Jasa (misal: konsultan, agen, broker, dll) – Tidak memiliki persediaan
  • Perusahaan Dagang (misal: toko, mini market, dll) – Persediaannya berupa barang jadi
  • Perusahaan Manufaktur (misal: pabrik gula, pabrik pakaian jadi, dll) – Persediaannya berupa: (a) bahan baku; (b) bahan penolong; (c) barang dalam proses; dan (d) barang jadi.

Metode Persediaan


1. Sistem Periodik
Dalam pencatatan sistem fisik, nilai persediaan barang akhir periode diketahui setelah kuantitas barang yang tersedia dihitung secara fisik kemudian dikalikan dengan harga satuan. Harga satuan barang yang digunakan sebagai dasar penilaian persediaan bergantung kepada metode penilaian yang digunakan. Metode yang digunakan dalam sistem periodik antara lain:
      a.      Metode tanda pengenalan khusus
Metode ini biasanya digunakan untuk perusahaan yang spesifik dan spesial yang menjual jenis barang sedikit dan harga mahal (Berlian, Mobil termewah). Setiap barang yang masuk diberi tanda pengenal khusus yang menunjukkan harga satuan sesuai dengan faktur pembelian yang diterima.
Contoh: Terdapat persediaan akhir barang AB sebanyak 7500 kg yang terdiri atas 75 karung @ 100kg. Tanda pengenal khusus:
40           Karung tanda pengenal khusus Rp 2.800.000
30           Karung tanda pengenal khusus Rp 2.600.000
5              Karung tanda pengenal khusus Rp 2.400.0000
                                40 x Rp 2.800.000     = Rp 112.000.000
                                30 x Rp 2.600.000     = Rp   78.000.000
                                 5 x Rp 2.400.000       = Rp   12.000.000
Total persediaan akhir                           Rp 202.000.000
     b.      Metode Rata-Rata
Cara penghitungan metode ini adalah dengan menghitung rata-rata dari harga beli dengan jumlah yang dibeli selama periode tertentu.
Contoh:
Selama suatu periode PT. X membeli barang dagang Rp 98.000.000 sebanyak 40.000 unit. Pada akhir periode, sisa barang dagang tersebut sebanyak 7.500 unit.
Harga rata-rata =        = Rp 2.460
Sehingga, nilai persediaan pada akhir periode yaitu 7.500 unit x Rp 2.460 Yaitu Rp 18.450.000

       c.       Metode FIFO
Menurut metode FIFO (First In Frist Out) atau MPKP (Masuk Pertama Keluar Pertama), barang yang lebih dulu masuk dianggap barang yang lebih dulu keluar. Tetapi hal ini tidak pada keadaan sebenarnya, anggapan tersebut hanya digunakan untuk perhitungan (penggunaan bukti transaksi). Ketika masuk pertama keluar pertama, berati dapat disimpulkan bahwa persediaan akhir terdiri dari pembelian pada saat-saat terakhir.
Contoh: pembelian selama bulan maret
Maret 1         Persediaan         6000 unit @ 2000 = Rp 12.000.000,-
   5              pembelian          6000 unit @ 2200 = Rp 13.200.000,-
10              pembelian          5000 unit @ 2400 = Rp 12.000.000,-
15              pembelian          8000 unit @ 2600 = Rp 20.800.000,-
20              pembelian          4000 unit @ 2700 = Rp 10.800.000,-
26              pembelian          6000 unit @ 2600 = Rp 15.600.000,-
30              pembelian          5000 unit @2.800 = Rp 14.000.000,-
Barang yang tersedia
dijual bulan maret              40.000 unit                 Rp 98.400.000,-
Dari data tersebut diketahui persediaan akhir digudang sebanyak 7.500 unit.
Sehingga perhitungan menggunakan FIFO:
Maret   30           5000 x 2.800        = Rp 14.000.000,-
                                26           2.500 x 2.600        = Rp   6.500.000,-
                                   Total                                       Rp 20.500.000,-

d.      Metode LIFO
Menurut metode LIFO (Last In First Out) atau MTKP (Masuk Terakhir Keluar Pertama), barang yang terakhir masuk dianggap barang yang lebih dulu keluar. Sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai persediaan akhir merupakan nilai pada pembelian awal.
Contoh (Menggunakan data FIFO)
Persediaan akhir menurut metode LIFO dihitung:
Maret      1               6000 x 2.000        = Rp 12.000.000,-
                  5              1500 x 2.200        = Rp   3.300.000,-
                                  Total                          Rp 15.300.000,-

e.       Metode Persediaan Dasar
Adakalanya perusahaan menetapkan jumlah minimum persediaan yang harus ada setiap saat, baik mengenai kuantitas maupun harga satuan, atau sering disebut dengan persediaan dasar (Basic Stock). Menurut metode ini, nilai persediaan barang akhir periode  dihitung :
                                         i.      Apabila kuantitas lebih banyak dari kuantitas sediaan dasar, nilai persediaan adalah nilai dasar ditambah dengan harga pasar kelebihannya.
                                       ii.      Apabila kuantitas lebih rendah dari kuantitas sediaan dasar, nilai persediaan adalah nilai dasar dikurangi dengan harga pasar kekurangannya.
Contoh:
Persediaan dasar barang ABC ditentukan sebanya 6.000 kg dengan harga Rp 2.200,00 tiap kg.  Harga pasar barang pada saat perhitungan adalah Rp 2.800,00Persediaan pada 31 Mei sebanyak 7.500 kg dinilai :
Sediaan dasar    6000 x 2.200                           13.200.000
Ditambah kelebihannya
1500 x 2.800                                                          4.200.000
                                Jumlah                                  17.400.000
Sistem Perpetual
Dalam sistem perpetual ini berbeda dengan sistem periodik. Pencatatan persediaan pada sistem ini dilakukan setiap terjadi transaksi, jadi penilaian persediaan pada sistem ini bukan mencari persediaan akhir seperti halnya sistem periodik. Dalam hal sistem perpetual penilaian ini digunakan untuk mencari total persediaan yang keluar sesuai harga beli atau disebut dengan harga pokok penjualan. Biasanya untuk memudahkan, perhitungan HPP ini dilakukan dengan pembuatan Kartu Persediaan.
Contoh :
Mei        1              Persediaan         120 unit @ 54.000             = Rp 6.480.000,-
                5              Pembelian          180 unit @ 60.000             = Rp 10.800.000,-
                10           Penjualan            200 unit
                16           pembelian          200 unit @ 63.000             = Rp 12.600.000,-
                20           Pembelian          120 unit @ 64.000             = Rp 7.680.000,-
                26           Penjualan            280 unit

a.      Metode FIFO
Menurut metode ini harga pokok barang yang dijual dihitung dengan anggapan bahwa barang yang pertama kali masuk dijual terlebih dulu. kekurangan diambil dari barang masuk berikutnya, begitu seterusnya.
Sehingga menurut metode FIFO harga pokok penjualan yaitu:
·         Mei        10           Penjualan  200 unit
Dihitung dari :
Mei        1             120 x 54.000        =             6.480.000
               5              80 x 60.000         =             4.800.000
                        Jumlah                                Rp 11.280.000
·         Mei 26 Penjualan 280
Dihitung dari:
Mei        5              100 x 60.000        =             6.000.000
             16             180 x 63.000         =           11.340.000
                                Jumlah                          Rp 17.340.000
               
Sehingga HPP selama bulan Mei 2004 menurut metode FIFO:
HPP        Mei 10                                    Rp 11.280.000
HPP        Mei 26                                    Rp 17.340.000
Total HPP                                              Rp 28.620.000



Perhitungan Persediaan metode FIFO  menggunakan Kartu Persediaan

PT. ABC
KARTU PERSEDIAAN
Jenis Barang : XX
Satuan           : Unit
Metode          : FIFO
Masuk
Keluar
Saldo
Tgl
No. Bkt
Unit
HP (Rp)
Jumlah
Unit
HP (Rp)
Jumlah
Unit
HP (Rp)
Jumlah
2004
Mei.1
Sld
-
-
-
-
-
-
120
54.000
6.480.000
       5
180
60.000
10.800.000
-
-
-
120
54.000
6480.000
180
60.000
10.800.000
10
-
-
-
120
54.000
6.480.000
-
-
-
80
60.000
4.800.000
100
60.000
6.000.000
16
200
63.000
12.600.000
-
-
-
100
60.000
6.000.000
200
63.000
12.600.000
20
120
64.000
7.680.000
-
-
-
100
60.000
6.000.000
200
63.000
12.600.000
120
64.000
7.680.000
26
-
-
-
100
60.000
6.000.000
20
63.000
1.260.000
180
63.000
11.340.000
120
64.000
7.680.000
31
Sld
500
-
31.080.000
480
-
28.620.000
140
-
8.940.000

Dari data di atas dapat kita ambil kesimpulan bahwa:
Persediaan awal periode                            120 unit                Rp   6.480.000,00
Total Pembelian selama bulan mei           500 unit                 Rp 31.080.000,00
Total Barang Tersedia untuk dijual          620 unit                 Rp 37.560.000,00
Total HPP selama bulan mei                   (480 unit)              (Rp 28.620.000,00)
Saldo Persediaan akhir periode                140 unit                Rp   8.940.000,00

b.      Metode LIFO
Menurut metode LIFO (MTKP), harga pokok barang yang dijual dihitung dengan anggapan bahwa barang yang terakhir masuk adalah barang yang dijual lebih dulu. kekurangannya diambil dari barang yang masuk sebelumnya, begitu seterusnya. Sehingga dari contoh diatas, dapat kita hitung HPP menurut metode LIFO :
Mei        10           Penjualan  200 unit
Dihitung dari :
Mei        5              180 x 60.000        =       Rp.10.800.000
                1              20 x 54.000         =        Rp.1.080.000
             Jumlah                                             Rp 11.880.000
Mei 26  Penjualan 280
Dihitung dari:
Mei         20           120 x 64.000        =                 7.680.000
                16           160 x 63.000        =               10.080.000
Jumlah                                                                  17.760.000

Sehingga HPP selama bulan Mei 2004 menurut metode FIFO:
HPP        Mei 10                  Rp 11.880.000
HPP        Mei 26                  Rp 17.760.000
Total HPP                            Rp. 29.640.000

Perhitungan Persediaan metode FIFO  menggunakan Kartu Persediaan

PT. ABC
KARTU PERSEDIAAN
Jenis Barang : XX
Satuan           : Unit
Metode          : LIFO
Masuk
Keluar
Saldo
Tgl
No. Bkt
Unit
HP (Rp)
Jumlah
Unit
HP (Rp)
Jumlah
Unit
HP (Rp)
Jumlah
2004
Mei.1
Sld
-
-
-
-
-
-
120
54.000
6.480.000
       5
180
60.000
10.800.000
-
-
-
120
54.000
6480.000
180
60.000
10.800.000
10
-
-
-
180
60.000
10.840.000
-
-
-
20
54.000
1.080.000
100
54.000
5.400.000
16
200
63.000
12.600.000
-
-
-
100
54.000
5.400.000
200
63.000
12.600.000
20
120
64.000
7.680.000
-
-
-
100
54.000
5.400.000
200
63.000
12.600.000
120
64.000
7.680.000
26
-
-
-
120
64.000
7.680.000
100
54.000
5.400.000
160
63.000
10.080.000
40
63.000
2.520.000
31
Sld
500
-
31.080.000
480
-
29.640.000
140
-
7.920.000

Dari data di atas dapat kita ambil kesimpulan bahwa:
Persediaan awal periode                                    120 unit         Rp   6.480.000,00
Total Pembelian selama bulan mei                   500 unit         Rp 31.080.000,00
Total Barang Tersedia untuk dijual                  620 unit          Rp 37.560.000,00
Total HPP selama bulan mei                          (480 unit)        (Rp 29.640.000,00)
Saldo Persediaan akhir periode                       140 unit           Rp   7.920.000,00

c.       Metode Rata-Rata
Penerapan metode rata-rata dalam sistem pencatatan perpetual, disebut metode rata-rata bergerak (Moving Average Method). Disebut demikian, karena tiap terjadi transaksi pembelian, harga rata-rata per satuan barang harus dihitung, sehingga rata-rata per satuan akan berubah-ubah. Harga pokok satuan barang yang dijual adalah harga pokok rata-rata yang berlaku pada saat terjadi transaksi penjualan.
Sehingga menurut metode FIFO harga pokok penjualan yaitu:
·         Mei        10           Penjualan  200 unit
Dihitung dengan mencari harga pokok rata-rata terlebih dahulu:
Sediaan                1 Mei     120 x 54.000        =               6.480.000
Pembelian          5 Mei     180 x 60.000        =             10.800.000
                Jumlah 300 unit                                               17.280.000
HP rata-rata/unit =  = Rp 57.600
Jadi, Penjualan 200 unit adalah 200 x 57.600 = Rp 11.520.000
·         HP Rata-rata 16 Mei menjadi:
 = Rp 61.200
Begitu selanjutnya, perhitungan HP rata-rata dilakukan setiap terjadi pembelian.

Perhitungan Persediaan metode rata-rata (Average)  menggunakan Kartu Persediaan

PT. ABC
KARTU PERSEDIAAN
Jenis Barang : XX
Satuan           : Unit
Metode          : Average
Masuk
Keluar
Saldo
Tgl
No. Bkt
Unit
HP (Rp)
Jumlah
Unit
HP (Rp)
Jumlah
Unit
HP (Rp)
Jumlah
2004
Mei.1
Sld
-
-
-
-
-
-
120
54.000
6.480.000
       5
180
60.000
10.800.000
-
-
-
300
57.600
17.280.000
10
-
-
-
200
57.600
11.520.000
100
57.600
5.760.000
16
200
63.000
12.600.000
-
-
-
300
61.200
18.360.000
20
120
64.000
7.680.000
-
-
-
420
62.000
26.040.000
26
-
-
-
280
62.00
17.360.000
140
62.000
8.680.000
31
sld
500
-
31.080.000
480
-
28.880.000
140
62.000
8.680.000

Dari data di atas dapat kita ambil kesimpulan bahwa:
Persediaan awal periode                                                       120 unit                Rp   6.480.000,00
Total Pembelian selama bulan mei                                    500 unit                Rp 31.080.000,00
Total Barang Tersedia untuk dijual                   620 unit                Rp 37.560.000,00
Total HPP selama bulan mei                                              (480 unit)              (Rp 28.880.000,00)
Saldo Persediaan akhir periode                          140 unit                Rp   8.680.000,00

















1 komentar:

Rudy on 18 Maret 2020 pukul 06.59 mengatakan...

Sangat bermanfaat

Posting Komentar

 

WELCOME MY BLOG Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos